Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK <p>Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada (JIKMH) is a scientific communication media, which is published biannually by the Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Widyagama Husada. JIKMH publishes both literary and fieldwork studies in the field of health, specifically midwifery, nursing, and environmental health.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> LPPMK STIKES Widyagama Husada en-US Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada 2252-9101 <p>The authors who publish their articles in Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada&nbsp; must approve the copyright statement as follows :</p> <p>1. The authors agree to automatic transfer of the copyright to the publisher</p> <p>2. All material contained in this site is protected by law.</p> <p>3. If you find one or more articles contained in the journal that violate or potentially infringe your copyright, please contact us via email lppmkwidyagamahusada@ac.id<br>4. The formal legal aspect of access to any information and articles contained in this journal site refers to the terms of the&nbsp;licensed under a&nbsp;<a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>. . This allows authors and others to share (copy and redistribute the material in any medium or fomat) and adapt (remix, transform, and build upon the material) for non-commercial purposes.</p> <p>4. All Information contained in the journal is academic. The journal is not liable for any losses incurred by misuse of information from this site.</p> <p>&nbsp;</p> BUDAYA DAN PENGARUH ORANG LAIN YANG MEMENGARUHI SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/186 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Pada balita usia 6 bulan keatas, ASI sebagai sumber nutrisi sudah tidak mencukupi lagi maka perlu diberikan makanan pendamping ASI(MP-ASI) agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Sikap ibu yang baik sangat dibutuhkan selama proses pengenalan makanan untuk bayi. Berdasarkan data dinas kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2016 cakupan tertinggi gizi kurang berada di Puskesmas Tuntang sebesar 19 balita dan berdasarkan hasil studi pendahuluan 3 ibu belum ada rencana pemberian MP-ASI karena usia anaknya belum ada 6 bulan, sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap ibu dalam pemberian MP-ASI masih kurang atau negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Faktor-Faktor yang memengaruhi Sikap Ibu dalam Pemberian MP-ASI Di Puskesmas Tuntang.</p> <p>Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatifdengan pendekatan<em> cross sectional</em>. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampel, jumlah sampel 64 responden.</p> <p>Ibu memiliki sikap positif dalam pemberian MP-ASI di Puskesmas Tuntang yaitu sebanyak 34 (53,1%) ibu dan sikap negatif sejumlah 30 (46,9%). Sikap positif ibu berdasarkan Pengaruh Orang Lain yang Dianggap Penting dalam pemberian MP-ASI sebanyak 32 (50%) ibu dan sikap negatif 32 (50%) ibu. Sikap positif ibu berdasarkan pengaruh budaya dalam pemberian MP-ASI sebanyak 35 (54,7%) ibu dan sikap negatif 29 (45,3%) ibu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap ibu dalam pemberian MP-ASI di Puskesmas tuntang berdasarkan pengaruh budaya &nbsp;sebagian besar memiliki sikap positif yaitu 35 (54,7%) ibu dan berdasarkan pengaruh orang lain yang dianggap penting sebanyak 32 (50%) memiliki sikap positif.</p> Tyas Yesiana Dwi Saputri ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 1 8 10.33475/jikmh.v9i1.186 TINGGINYA BEBAN KERJA PERAWAT BERKORELASI LEMAH TERHADAP MEMANJANGNYA WAKTU TUNGGU TRANSFER PASIEN KE RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/213 <p><strong>Introduction :</strong> Outpatient installation is a unit with a complex workload. Complex and high-rise jobs will affect the length of waiting time for services to patients that have an impact on service quality. This study was conducted to know the nurses' outpatient workload and the length of waiting time for transferred patient to the inpatient room. <strong>Method:</strong> The research method is descriptive analytic observational. The samples of the study were 92 outpatients taken by purposive sampling. Data collection uses sampling work methods. Hypothesis testing uses the C contingency coefficient with the results of almost all respondents; (81.5%) with high workloads and more than half (64%) with a waiting time of&gt; 3 hours. <strong>Results and Analysis:</strong> The results showed that the value of ρ Cramer was 0.030 (ρ &lt;0.05), the coefficient value was 0.221; the strength of correlation is weak however, it has positive correlation. It can be concluded that there is a significant correlation between nurses' outpatient workload and the length of waiting time of the transferred patient to the inpatient room at Batu Baptist Hospital. <strong>Discussion:</strong> The higher the workload that the nurse has, the longer the waiting time for transfered patient to the inpatient ward. The Hospital needs to reexamine the employee need based on duties and authority and there must be special officers in the process of hospitalization in outpatient care.</p> <p>Keywords : <em>Nurse Workload, Length of waiting time for patient transfer</em></p> Lia Christina Sih Ageng Lumadi Yeni Fitria ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 9 18 10.33475/jikmh.v9i1.213 EFEKTIFITAS PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN BATUAN HIDUP DASAR PADA ORANG AWAM. https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/215 <p><em>Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) is a major health problem throughout the world. The best survival rates are achieved when trained people provide OHCA victims with basic life support (CPR). This study aims to evaluate the effectiveness of training on&nbsp; improving knowledge and skills&nbsp; basic life support in lay people. One group pretes posttest design was conducted in this study in integrated laboratory Widyagama Husada School of health. A total 15 participants were ware selected by Consecutive Sampling. Data were collected on&nbsp; respondent characteristics, knowledge and practical skills basic life support. Data were analyzed using paired&nbsp; t-tests. The mean score in knowledge and skills ware 54,67 and 33,67 at pretest and 76,3 and 85,07 (p = 0.000) at posttest. The Training significant on&nbsp; improving Knowledge and Skills&nbsp; Basic Life support in Lay People.</em></p> Abdul Qodir ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 19 26 10.33475/jikmh.v9i1.215 HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN KOMA DI RUANG INTENSIF https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/212 <p>Caring Merupalan suatu tindakan yang dilakukan dalam memberikan dukungan kepada individu secara utuh.&nbsp;Perawatan di ruang intensif dengan kondisi pasien dalam keadaan koma dapat menyebabkan kekhawatiran yang akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan sehingga keluarga mengalami kecemasan, dengan adanya caring perawat yang baik maka kecemasan yang dirasakan keluarga dapat berkurang.&nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien koma di ruang intensif.&nbsp;Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional menggunakan cross sectional.&nbsp;Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien koma di ruang intensif RSUD Dr.Soehadi Prijonegoro Sragen.&nbsp;Pemilihan sampel dilakukan dengan metode quota sampling yaitu sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi.&nbsp;Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa uji Kendal Tau.&nbsp;Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Caring Behaviors Assessment Tool (CBAT) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).&nbsp;Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden (86.7%) mempunyai persepsi caring perawat dalam kategori cukup dan responden (83.3%) mengalami tingkat kecemasan sedang.&nbsp;Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan&nbsp;keluarga pasien koma di ruang intensif RSUD Dr.Soehadi Prijonegoro Sragen p value 0,000 (p value &lt; 0,05),dengan arah hubungan kuat dengan nilai korelasi r=-0,678</p> Wahyu Rima Agustin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 27 36 10.33475/jikmh.v9i1.212 PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PRAKATETERISASI JANTUNG TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN DI INSTALASI PELAYANAN JANTUNG TERPADU RUMAH SAKIT https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/211 <h1><em>ABSTRACT</em></h1> <p><em>Cardiac catheterization in people with CHD causes anxiety. This is due to lack of or limited information, knowledge, and understanding of probblem catheterization. So for that we need the provision of health education. This study aims to determine the effect of pre cardiac catheterization healt educatin on patient anxiety levels at IPJT RSSA Malang. This type of research is pre experimental with the one group </em><em>pre test-post test </em><em>desain. A population of 23 and a sample o 16 respondent by purposive sampling. This research as conducted in February 2019 at IPJT RSSA Malang. The instrument usedwas a questionnaire sheet. The result showed anxiety before being given health education was severe anxiety (19%), moderate anxiety (62%), mild aniety (19%). Whereas after health educatin was made a little anxiety (75%) dan no anxiety (25%). The results showed 15 repondents experiences a decrease in anxiety levels from pre-test scores to post test scores. Wilcoxon rank test statistikal test obtained p value of 0,0001 (&lt;0,05). The conclusion of this study is that there is an influence on the provision of health education for cardiac catheterization on the level of anxiety of patients in the IPJT RSSA Malang. It is recomended to reduce the level of anxiet by providing pre cardiac catheterization health education with more interesting media.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Health Education, Anxiety, </em></strong><strong><em>Catheterization</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tindakan kateterisasi jantung pada penderita PJK menyebakan timbulnya kecemasan. Hal ini dikarenakan kurangnya atau keterbatasan informasi, pengetahuan, dan pemahaman masalah kateterisasi jantung. Maka untuk itu diperlukan pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan prakateterisasi jantung terhadap tingkat kecemasan pasien di IPJT RSSA Malang. Jenis penelitian adalah praeksperimen dengan <em>one group pre test-post test </em><em>desain</em>. Populasi sebanyak 23 orang dan sample 16 responden secara purposive sampling. Penelitian ini &nbsp;dilakukan pada Februari 2019 di IPJT RSSA Malang. Instrumen yang digunakan &nbsp;adalah lembar kuesiner. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah cemas berat (19%), cemas sedang (62%) dan cemas ringan(19%). Sedangkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan menjadi kecemasan ringan (75%) dan tidak ada kecemasan (25%). Hasil penelitian menunjukkan 15 responden mengalami penurunan tingkat kecemasan dari nilai pre test ke nilai post test. Uji statistik <em>Wilcoxon signed rank test</em> didapatkan p value sebesar 0,0001 (&lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan prakateterisasi jantung terhadap tingkat kecemasan pasien di IPJT RSSA Malang. Disarankan untuk menekan tingkat kecemasan dengan pemberian pendidikan kesehatan prakateterisasi jantung dengan media yang lebih menarik.</p> <p><strong>Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan , Kecemasan, </strong><strong>Kateterisasi Jantung</strong></p> Lily Masriani Feriana Ira Handian Agnis Sabat kristiana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 37 46 10.33475/jikmh.v9i1.211 ANALISA KANDUNGAN LIMBAH CAIR TEMPE AIR REBUSAN DAN AIR RENDAMAN KEDELAI https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/210 <p>Pengelolaan limbah cair yang tidak benar dapat menimbulkan pencemaran air yang secara langsung atau tidak langsung dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup disekitarnya. Proses pembuatan tempe dalam setiap tahapannya rata-rata menggunakan air untuk pencucian,perendaman dan perebusan kedelai, hal ini berarti limbah cair yang dihasilkan cukup banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kandungan limbah cair tempe air rebusan dan air rendaman kedelai untuk bisa di manfaatkan kembali oleh masyarakat atau pengrajin tempe.</p> <p>Sampel yang digunakan adalah limbah cair tempe air rebusan dan air rendaman kedelai di salah satu pengusaha tempe di Kampung Sanan Kota Malang. Sampel tersebut kemudian dilakukan uji untuk melihat kandungan BOD, COD, TSS, dan TDS. Selain itu juga diuji kandungan nutrisi pada limbah cair tempe air rebusan dan air rendaman kedelai, yaitu protein, karbohidrat, lemak,air dan abu.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa BOD, COD, TSS, dan TDS pada kedua limbah cair tempe melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Sedangkan untuk kandungan protein,karbohidrat, dan lemak ada tapi tidak terlalu tinggi, hal ini menunjukan bahwa limbah cair tempe tersebut dapat dimanfaatkan kembali yaitu menjadi nata de soya atau produk lainnya. Pemanfaatan kembali limbah cair tempe&nbsp; dapat mengurangi pencemaran air.</p> Devitasari Sari Anyta Rahmawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 47 54 10.33475/jikmh.v9i1.210 HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN RISIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT https://www.ojs.widyagamahusada.ac.id/index.php/JIK/article/view/217 <p><strong><em>Introduction :</em></strong><em> Nurse educators have a responsibility to improve patient knowledge, especially in preventing the risk of falls</em><em>, however</em><em> this is often constrained by the severity of the nurse's workload. This study aims to </em><em>know</em><em> the </em><em>correlation </em><em>&nbsp;between nurses' workload and the implementation of health education in preventing the risk of fall in the Inpatient Room of Batu Baptist Hospital. <strong>Method:</strong>This study uses a correlational method with a cross sectional approach. </em><em>The s</em><em>ampling used </em><em>is </em><em>purposive sampling</em><em> containing </em><em>32 nurse respondents. </em><em>The d</em><em>ata</em><em> were</em><em> colle</em><em>cted by</em><em> using questionnaires and observation sheets. Based on the results of research from 18 respondents with heavy workload categories, 14 respondents (43.7%) did poor health education and 4 respondents (12.5%) carried out </em><em>good </em><em>health education .</em> <strong><em>Results and Analysis:</em></strong> <em>The </em><em>data </em><em>were processed by </em><em>using the Spearman Rank test with the results of probability (sig.) 0,000 and the value of r count of 0.845 inclu</em><em>ding</em><em> the strength of coefficient. It can be concluded that there is a significant </em><em>correlation </em><em>&nbsp;between the workload of nurses and the implementation of health education. <strong>Discussion:</strong>The heavier the workload of nurses, the</em><em> worse </em><em>&nbsp;implementation of health education is . Hospital Management needs to analyze nurses' workload objectively so that </em><em>the </em><em>constraints in the implementation of health education can be minimized.</em></p> Eva Yuliatin Susilaningsih Susilaningsih Yeni Fitria ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2020-04-09 2020-04-09 9 1 55 65 10.33475/jikmh.v9i1.217